Happy vs Unhappy ?

Bahagia adalah ketika kita mampu menikmati setiap apapun yang kita lakukan dalam hidup ini.

Ketika makan, justru yang dirasakan adalah rasa pahit
Ketika tidur, yang terjadi adalah mata yang sulit terpejam
Ketika bekerja, pikiran justru melanglang buana menjauh dari kefokusan yang semestinya
Ketika merawat diri, semua bagian tubuh justru bergerak seolah ingin mengacuhkan hak-hak tubuh
Ketika melakukan hobi, yang tergerak justru menghancurkan hobi yang sedang ada di depan mata

Kita perlu pertanyakan lagi. Sudah mampukah kita menikmati setiap detik hidup kita? Jika justru yang dirasakan adalah rasa ketidaknyamanan, maka dimanakah sebenarnya letak bahagia itu?

Dalam ilmu kedokteran, ada suatu penyakit yang mampu menggambarkan seberapa rendahnya rasa bahagia yang dimiliki seseorang. Bahkan ada tolok ukur untuk menilai penyakit itu. Ya, dia bernama ‘depresi’. Tingkatan depresi pada umumnya dicapai apabila seseorang merasakan ketidakbahagiaan melebihi kurun waktu 2 minggu. Dan untuk mengetahui apa dan bagaimana tolok ukur penilaian depresi itu, silahkan kalian cek ke dokter umum atau dokter spesialis kejiwaan yang ahli dalam bidangnya.

Ada satu lirik pas untuk menggambarkan kondisi seseorang yang sedang mengalami kondisi terberat dalam hidupnya, penggalan lirik dari soundtrack laskar pelangi, “bernyanyilah dan terus tertawa, walau dunia tak seindah surga. Bersyukurlah pada Yang Kuasa, cinta kita di dunia selamanya”..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s